BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Sesuai dengan judul, tempat penelitian ini
dilaksanakan di Pondok Pesantren Babussalam Desa Al-Yusufiyah Hutaholbung
Kecamatan Angkola Barat. Untuk lebih jelasnya lokasi Pondok Pesantren Al-Yusufiyah
Hutaholbung Kecamatan Angkola Barat dapat diketahui dari batas-batas lokasi
Pesantren, sebagai berikut:
1.
Sebelah Timur
berbatasan dengan pemukiman warga Desa Hutaholbung Kecamatan Angkola Barat
2.
Sebelah
Selatan berbatasan dengan kebun masyarakat Desa Hutaholbung Kecamatan Angkola Barat
3.
Sebelah Barat
berbatasan dengan pemakaman dan perkebunan masyarakat Desa Hutaholbung Kecamatan Angkola Barat
4.
Sebelah Utara
berbatasan dengan pemukiman warga Desa Hutaholbung Kecamatan Angkola
Barat
Sedangkan
waktu penelitian ini dimulai dari bulan November 2017 sampai
bulan Maret 2018.
B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian
deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang
menggunakan latar belakang alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang
terjadi disekitarnya dan menganalisanya dengan menggunakan logika alamiah.[1]
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran
keadaan yang sebenarnya di lapangan secara murni sesuai dengan konteks
penelitian.[2]
Peneliti akan melihat kondisi minat belajar siswa di Ponpes Al-Yusufiyah
Hutaholbung Kecamatan Angkola Barat.
C. Informan Penelitian
Adapun informan penelitian
ini adalah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengajar dan siswa/santri di Ponpes Al-Yusufiyah Hutaholbung Kecamatan
Angkola Barat. Dalam
penelitian ini, peneliti mengambil informan siswa/santri kelas I Tsanawiyah
sebanyak 30 orang.
D. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari
sumber primer dan sumber sekunder, yang perinciannya sebagai berikut:[3]
1.
Sumber data
primer adalah sumber data pokok. Dalam penelitian ini, yang menjadi sumber data
primer ialah siswa kelas I Tsanawiyah Ponpes Al-Yusufiyah Hutaholbung Kecamatan Angkola Barat yang berjumlah
sebanyak 30 orang.
2.
Sumber data
sekunder adalah sumber data pelengkap. Sumber data sekunder yang digunakan ialah guru Ponpes Al-Yusufiyah Hutaholbung Kecamatan Angkola Barat, buku-buku yang relevan dengan masalah yang
diteliti, kemudian dokumen dan data-data yang diperoleh di tempat penelitian.
Untuk mengumpulkan data dari sumbernya, maka
digunakan instrument pengumpulan data, yaitu:
1.
Angket
Angket
merupakan suatu bentuk pengumpulan data dengan memanfaatkan lembaran-lembaran
kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang telah dibubuhi pilihan jawaban,
yang memiliki kadar/nilai masing-masing.
2.
Observasi
Observasi ialah
pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak
dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.[4]
Tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari dan
aktivitas-aktivitas yang berlangsung dalam kejadian yang diamati tersebut.
Dalam hal ini, peneliti mengamati langsung ke lapangan, melihat bagaimana minat
belajar siswa, serta upaya dan solusi guru dalam menumbuhkan minat belajar
siswa di Ponpes Al- Yusufiyah Hutaholbung Kecamatan Angkola Barat.
3. Wawancara
Wawancara
merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya
jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Teknik
ini dilakukan apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal yang lebih mendalam
dari responden.[5] Dalam hal ini
peneliti akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada informan untuk mengetahui
lebih mendalam mengenai hal yang diperbincangkan.
F. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul, peneliti mengadakan analisis data
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengadakan reduksi data
Reduksi data diartikan sebagai
proses pemilihan, pemusatan perhatian dan penyederhanaan, pengabstrakan dan
tranformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.
Selama pengumpulan berlangsung, kemudian tahapan selanjutnya (membuat
ringkasan, mengkode, menelusuri tema, membuat gugus-gugus, membuat partisi,
menulis memo). Reduksi data/proses transformasi ini berlanjut terus sesudah
penelitian ini dilapangan sampai laporan akhir lengkap tersusun.
2. Penyajian Data
Alur penting yang kedua dari
kegiatan analisis adalah penyajian data. Penyajian data yang paling sering
digunakan pada data kualitatif adalah dengan bentuk teks naratif.
3. Penarikan Kesimpulan
Kegiatan analisis ketiga yang penting yaitu menarik
kesimpulan dan verifikasi mulai kesimpulan kabur sampai data semakin jelas.[6]
G. Teknik Menjamin Keabsahan Data
Teknik untuk menjamin keabsahan data yang telah
dikumpulkan diperiksa kembali dengan teknik keabsahan data, yaitu:[7]
1. Perpanjangan keikutsertaan
Perpanjangan keikutsertaan bukan hanya menggunakan waktu
yang singkat, akan tetapi memerlukan perpanjangan waktu dengan tujuan dapat
menguji ketidakbenaran data baik datanya berasal dari diri peneliti maupun dari
responden. Perpanjangan juga bertujuan untuk peneliti lebih lama terjun kelapangan.
2. Ketekunan Pengamatan
Peneliti harus mampu menguraikan proses penemuan dan
penelaahan secara rinci. Dalam hal ini, peneliti melakukan pengamatan secara
terus menerus dan juga melakukan wawancara secara mendalam. Peneliti juga harus
melakukan observasi secara terus terang maupun secara sembunyi-sembunyi.
3. Triangulasi data
Pendekatan analisis data yang mensintesa data dari
berbagai sumber, untuk meningkatkan pemahaman peneliti terhadap data dan fakta
yang dimilikinya.
4.
Pengecekan Anggota
Teknik menciptakan kredibilitas data, kategori analisis,
interpretasi, dan kesimpulan diuji dengan para anggota yang ikut serta mengumpulkan
data.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab,Psikologi
Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam, Jakarta: Kencana, 2004.
Chalidjah
Hasan, Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan, Surabaya: al-Ikhlas, 1994.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi
Keempat, Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2008.
Elizabeth
B. Hurlock,Perkembangan Anak, Jakarta: Erlangga.
Imam Syah Ali
Pandre,Didaktik Metodik Pendidikan Umum, Surabaya: Usaha Nasional, 1989.
Lexy J, Moeleong, Metodologi Penelitian
Kualitatif Edisi Revisi,Bandung: Remaja Rosdykarta, 2006.
M.
Dalyono,Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Margono, Metodologi Penelitian, Jakarta:
Rineka Cipta, 2005.
Moh.
Uzer Usman,Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
Muhibbin
Syah, Psikologi Belajar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.
Nana
Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2004.
Rangkuti, Ahmad
Nizar, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Citapustaka Media, 2014.
Ridwan Nasir,Mencari Tipologi Formal Pendidikan Ideal Pondok
Pesantren di tengah Arus Perubahan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
Slameto,Proses
Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit Semester, Jakarta: Bina Aksara, 1990.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung:Alfabeta,
2013.
Suharismi Arikunto, Manajemen
Penelitian,Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
Sumardi
Suryabrata,Psikologi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995.
Wasty Soemanto,Psikologi
Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.